Minggu, 21 Juli 2013

Bener-bener luar biasa



Nikmat-Nya yang udah dikasih bener-bener luar biasa.
Akhirnya tercapai juga.
Terimakasih ya Rabb.
Alhamdulillah. 
Segala puji bagi-Mu.
Berbuka, Kakap Jaya, Teluk Betung, 21 Juli 2013

aja





Naruh kacamata aja, masih sering lupa dimana
Naruh kunci aja, masih sering lupa dimana
Naruh jaket aja, masih sering lupa dimana

Bicara aja, kadang masih bohong
Berjanji aja, kadang masih ingkar

Masalah waktu aja, masih kelabakan
Masalah urusan aja, masih suka buru-buru
Janji bertemu aja, masih suka telat

Jadwal udah ada aja, masih suka nunda-nunda
Jadwal udah jelas aja, masih suka nanti-nanti

Masih aja suka emosi
Masih aja suka mepet
Masih aja suka ngebut
Masih aja suka gerogian
Masih aja suka gak enakan
Masih aja suka mengecewakan

Ah, masih banyak aja yang perlu diperbaiki.
Udah tak tulis noh, awas aja lo masih gak inget! Iyaa.
Janji bisa? Iyaa. Janji mau? Iyaa Janjik? Iyaa InsyaAllah. Bismillah..


 Berputar. Berulang.

Selasa, 25 Juni 2013

Life is for Living




 Life is for Living - Coldplay




We all know~



Rabu, 19 Juni 2013

Besok ujian



Belakangan ini, cuaca jogja lagi gak biasa, padahal udah bulan juni. Yang biasanya udah masuk musim jarang hujan, tapi tiap sore sekarang pasti hujan. Apalagi dua-hari ini, suasana lagi adem-ademnya. Ah, sebenernya asik banget, surga. Tapi kayaknya bukan ini sih penyebabnya.

Dua-hari ini entah kenapa suasananya agak beda. Agak sedih. Khususnya pagi. Matahari tumben gak masuk sela jendela. Burung di kosan depan juga tumben jadi lebih berisik. Ditambah lagi udaranya yang masih aja tetep dingin. Ah, pas sekali ini melentangkan badan, menatap langit-langit kamar. Dan gak lama, mata pun menatap sekitar ruangan. Barang yang menggantung, yang bersusun, yang amburadul, yang gak beraturan, tak ada yang satupun yang luput untuk diperhatikan. Ah, mereka sudah cukup lama menemani saya di kamar ini. Tidak terasa. Banyak yang sudah berdebu. Oh, semuanya mungkin. Kalo saja mereka bisa bicara, mungkin udah banyak protesnya. Ah, saya tergerak untuk membereskan mereka. Walau tak semuanya. Ah, saya menemukan kertas bertuliskan list sponsor, buletin kampus lecek, tiket-tiket acara dan beberapa barang lain yang membawa saya ke waktu yang berbeda. Ah, saya pisahkan beberapa, beberapa lain saya sisihkan. Tak terasa siang menjelang, ada hal lain yang harus saya selesaikan. Ah, lumayan.

Hari berikutnya, masih di pagi hari, burung masih berisik, matahari masih malu, dan udara masih dingin. Praktis tak berbeda jauh dengan hari sebelumnya. Tapi kali ini saya tak lagi memalaskan badan ini. Duduk saya di depan komputer lipat itu, mencari sesuatu. Memeriksa beberapa media sosial, memeriksa email masuk, memeriksa beberapa hal lain. Ah, saya teringat sesuatu. Ah iya, lagu big yellow taxi-nya Counting Crows, saya unduh. Selesai, tapi tidak saya mainkan, karna lagu yang saya dengarkan sekarang masih terlalu sayang buat diganti sepertinya. Ah, saya teringat sesuatu lagi. ... Ah, seketika ada yang tertahan. Melihat kembali angka itu. Ah, habis sudah pagi, hingga siang menjelang, petang datang.

Ah, sudahlah, saya cuci saja pikiran ini. Sedih apaan sih, gak cowo banget, coba saya nasihati diri sendiri. Seharusnya sekarang saya sedang senang kan? :D Ah, iya, cuman perlu jadi ilmuwan aja  
#nowplaying The Scientist - Coldplay










 Suatu saat, di suatu tempat..

Saya : "Mas, solat yok"
Mas : "Emang udah azan?"
Saya : "Iya udah"
Mas : "Oh, iya, nanti deh, sik nyelesain ini dulu"
Saya : "..."

Beberapa saat kemudian..

Cewe cakep : "Ayo solat yuk mas"
Mas : "Yok yok!" (bergegas)


Tidak, saya tidak masalah. Tapi, saya hanya bingung, kenapa harus berpura-pura? Kenapa ada sandiwara seperti itu? Untuk apa? Ah, tidak tahu lah. Maafkan saja bila respect saya menurun setelah tahu ini. Dan semoga saja saya dijauhkan dengan hal-hal seperti ini, dalam hal apa pun, yang berbau berpura-pura. Amin ya Rabb.



 
Design by Muhammad Dimas Rahman Affandi | Bloggerized by campredodellaconcetta - samid namhar - @midsamid | Lampung-Jogjakarta-Indonesia