Selasa, 05 Februari 2013

someday




Pertama kali melihatnya, di balik cover, di novel negeri 5 menara.
Ya, ini sangat mirip seperti yang ada di bayangan saya. 
Jauh, jauh sebelum saya mengenal buku ini.
Ini keren, suatu hari nanti!

Tak ada di tempat lain




Seketika saja, keinginan ini muncul begitu besar. Ya, saya memang sering seperti ini. Mendadak. Jarang sekali terencana. Saya tahu ini tidak baik. Tahu benar. Tapi.. ya sudahlah.

Pukul 15:45 selepas shalat ashar. Saya bergegas menghampiri kotak pengambilan uang elektronik, mengambil seperlunya, lalu menuju ke lokasi berkumpulnya ular-ular besi itu. Hanya tersisa Bengawan dengan biaya yang hampir 4x lipat dari biasanya, saya tetap membelinya. Ya, tiket sudah di tangan, kereta akan berangkat pukul 18:00, itu berarti tersisa 90 menit lagi. Ah, cukup, kata saya dalam hati.

Ambil tas yang sedang dijemur, memilih beberapa pakaian, dua celana dengan salah satunya celana kotor, beberapa alat elektronik, dan 2 buah buku, tas akhirnya penuh. Membasuhi badan dengan air dan sempat pula menghampiri Angkel (Angkringan Elektro) untuk sekedar mengisi perut sekaligus mengisi botol minum di burjo sebelahnya, pukul 17:40 saya siap untuk diboncengi teman saya menuju Lempuyangan. Semua berlalu begitu cepat.

2 kotak bakpia dan seorang mahasiswa geografi mewarnai sedikit perjalanan saya sebelum menunggangi sang Bengawan. 18:07 saya kembali meninggalkan kota "ngangeni" ini.

Ah, saya lupa! Sewaktu packing ada yang terlewat, sebuah benda yang 'terkadang' penting, headset. Kalau begini jelas, semalam suntuk ini hanya akan saya habiskan dengan berbincang entah-apa dengan entah-siapa. Benar saja, 2 orang teman duduk saya nampaknya senang berbincang, cocok sekali! Satu Bapak pensiunan marketing di bidang farmasi dan seorang paruh baya yang sedang meneruskan strata 2 nya di Universitas Negeri Yogyakarta. Banyak sekali topik yang kami bicarakan, hingga sang pemuda terlelap lebih dulu, saya lanjut berbincang dengan si Bapak. Hingga tengah malam, hampir saja hari mulai berganti, kalau saja saya tak mulai mengakhiri, mungkin perbicangan itu akan berlanjut hingga pagi.

Shubuh di stasiun senen, saya lanjutkan dengan kereta senja solo menuju stasiun kota. Telefon dan lontong sayur stasiun kota menghiasi pagi itu. Hingga akhirnya trans jakarta membawa saya ke terminal Xderes (baca: kali deres). Tak ada yang istimewa hingga saya menaiki kapal feri Dharma Kencana IX. Sungguh sekali kapal yang satu ini. Coba saja.

Duduk dengan seluruh badan diterpa angin. Ah, waktu yang tepat untuk berfikir...

"Yang tegas dong mas, kalo travel travel, kalo bis ya bis!" bentak preman berbadan gendut tepat di hadapan saya, di pelabuhan Bakauheni. Memang, gara-gara saya, para calo itu menjadi sedikit berselisih memperbutkan pantat saya untuk sekitar 2 jam kedepan. Dengan pertimbangan waktu, saya memilih travel.

"Maaf mas, saya bla..bla..bla.. nanti ongkosya dikurangin deh". Selalu begitu cerita travel saya. Selalu saya ditaruh dipinggir jalan begitu saja. Tapi tak apa lah, toh saya juga terkadang senang. Senang kembali menaiki angkutan kota khas yang satu ini, terutama yang kuning warnanya. Ah, kursi yang saya duduki layaknya perantara mesin waktu, membawa saya menuju beberapa tahun silam.
Nge-gantung, nge-dek, nungguin angkot berjam-jam, jedam-jedum, "ngalah ya dek, ngalah sama cewek nih", ngeliatin gaya khas supir angkot muterin setirnya yang kecil itu, rrrong-rrrong....

...

"Permai permai ?" cekatan saya menjawab "Iya permai yaa". Berhentilah saya di pertigaan becak-becak itu. Dan Bapake sudah menunggu disana, untu menjemput saya :')

Suasana rumah, suara teriakan mamake, batuknya bapake, rewelan kakake pertama, kamar tercinta, speedy, pukis pasar tempel, martabak 21, mie aceh, mie bilal, sop kambing, pisang ambon, ah...

Hanya kurang satu. Dan itu sejak kepergian beliau. Tapi saya akan menghampiri kediamanmu kawan! Semangat! :]





Kamis, 31 Januari 2013



When everythings are goin' so well, just be thanked to God and say, "Alhamdulillah"
And certainly, sooner or later, You'll get more.
Just Believe.



Rabu, 30 Januari 2013

Wajib Sebelum Tidur



Kalo kata Tasya,
"Berdoalah sebelum kita tidur, jangan lupa cuci kaki tanganmu, jangan lupa doakan mama papa kita~"
dan,
"Ku kan selalu menyanyikan lagu ini, hingga nanti kau tidur berselimut mimpi~"
karena,

"Semakin cepat kita tidur, semakin cepat kita bertemu kembali~"




nb: template lagu sebelum tidur. apalagi tidur di kamar yudi. hahaha

Selasa, 29 Januari 2013

Episode Baru

Halo campredodellaconcetta'ers!! (halah kok susah banget) Wah udah lammaa banget ya nggak nulis. Apa ini berarti saya galau? atau malah tidak galau? apa gala(k)u? Wah jadi ketularan si Yudi nih dikit-dikit ngomong galau. Oke, paragraf selanjutnya aja deh.

Nah, gini kan enak. Jadi, seperti alasan klise yang udah dari jaman dulu kala, sebenernya pengen dan banyak yang mau ditulis, tapi selalu gak kesampean dan gak kepikiran soalnya ketutupan sama kegiatan yang lain, misalnya maen, maen, dan maen. Haha maen mulu kerjaanya. Iya sekarang saya lebih sering ke kosan temen daripada di kosan sendiri. Bukan karena kamar sendiri berantakan dan kurang layak huni bukan, yaa itu faktor penambah lah, tapi alasan utamanya itu... saya seperti udah menemukan tempat disana, tempat yang nyaman dengan segala macem orang disana. Jadi, hampir tiap malam tiap hari pasti selalu mampir kesana. Yauda deh, waktu (bahkan kepikiran pun) buat nulis jadi minim banget. Hehehe #alibi

Ah, tapi episode itu kayaknya udah (harus) berlalu.Sang Sutradara nampaknya udah memanggil-manggil saya buat meranin di episode berikutnya, episode yang lebih jarang haha-hihi-nya. Episode yang menuntut fokus dan konsentrasi yang lebih tinggi. Episode yang boleh jadi, kalo bisa di-skip oleh kebanyakan orang. Yak, episode sebagai mahasiswa tingkat akhir, tugas terakhir sebagai mahasiswa *jeng jeeng*

Dan berhubung masuk ke episode ini, jadi saya (harusnya) punya waktu lebih banyak (dari episode sebelumnya) buat kepikiran nulis dan merealisasikanya, amin. Oke, saya pamit undur diri dulu, mohon doa dan bantuanya yaaak :D

 
Design by Muhammad Dimas Rahman Affandi | Bloggerized by campredodellaconcetta - samid namhar - @midsamid | Lampung-Jogjakarta-Indonesia